Mengkritisi Bagan Ke-1 Dengan Bagan Ke-2

Nama : Fakhri Abdurrahman

Npm : 202014500611

Kelas : R1F


Assalaamu'alaikum wa Rohmatulloohi wa Barokaatuh

Pendidikan Sebagai Sistem

Pendidikan adalah usaha untuk memanusiakan manusia, pendidikan bermaksud membantu manusia untuk menumbuhkembangkan potensi-potensi kemanusiaannya. Oleh sebab itu manusia tidak dapat terlepas dari lingkungannya, inilah yang menyebabkan kenapa manusia sangat berkaitan erat dengan lingkungan. Salah satu cara untuk memperoleh gambaran yang lebih mantap tentang pendidikan adalah menggunakan pendekatan sistem. Tujuan dari pendekatan sistem dalam pendidikan sendiri ialah untuk memaksimalkan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Sistem merupakan suatu totalitas yang terpadu dari semua elemen dan semua kegiatan saling berkaitan satu sama lain secara fungsional agar dapat mencapai tujuan. Maksud dari pendidikan sebagai suatu sistem adalah pendidikan sendiri terdiri dari elemen-elemen atau unsur unsur pendidikan yang dalam kegiatannya saling terkait secara fungsional, sehingga merupakan satu kesatuan yang terpadu dan diharapkan dapat mencapai tujuan.


BAGAN KE-1

Proses pendidikan adalah kegiatan komponen pendidikan oleh pendidik yang terarah sehingga mencapai tujuan pendidikan. Kualitas proses pendidikan mengarah pada kedua hal, yaitu kualitas komponen dan kualitas pengelolaan.

Komponen-komponen yang saling berkesinambungan dalam proses pendidikan adalah:

A. Tenaga Guru dan Non Guru

Menurut UU No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. Tenaga Kependidikan adalah Tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan.  Pendidik tidak hanya bertanggung jawab dalam memberikan materi pengajaran tetapi membentuk kepribadian peserta didik. Hal itu masih sangat jarang karena kebanyakan pendidik masih tak acuh kepada peserta didik dan hanya beranggapan “bahwa yang penting sudah mengajar”

B. Kurikulum

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.  Lester D. Crow dan Alice Crow melakukan penelitian tentang hasil studi terhadap anak yang menyarankan hubungan salah satu komponen pendidikan yaitu kurikulum dan anak didik adalah sebagai berikut:

·-Kurikulum disesuaikan dengan perkembangan anak.

 -Isi kurikulum mencakup keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang dapat digunakan anak dalam pengalamannya sekarang dan berguna untuk menghadapi kebutuhan pada masa yang akan datang

·-Anak didorong untuk belajar sendiri dan tidak hanya menerima pasif dari guru

·-Materi harus mengikuti minat keinginan anak sesuai dengan perkembangan dan bukan menurut keputusan orang dewasa tentang minat mereka

C. Sarana dan Prasarana

Sarana dan Prasarana dalam pendidikan adalah segala macam peralatan yang digunakan pendidik dan peserta didik dalam memudahkan penyampaian materi pelajaran. Masalah utama dalam sarana dan prasarana adalah pengadaannya yang tidak merata sehingga tidak semua peserta didik dapat dengan mudah menerima penyampaian materi dengan sama di Indonesia.

D. Administrasi

Administrasi pendidikan adalah kegiatan yang berkenaan dengan penataan sumber, penggunaan, dan pertanggungjawaban dana pendidikan di sekolah atau lembaga pendidikan. Kegiatan administrasi pembiayaan meliputi penyusunan anggaran, pembukuan, dan pemeriksaan.

E. Anggaran

Anggaran adalah biaya yang dipersiapkan untuk proses pendidikan dengan suatu rencana terperinci. Anggaran adalah rencana yang disusun secara terorganisasikan untuk menerima dan mengeluarkan dana dalam suatu periode tertentu.

Output pada sistem pendidikan adalah hasil keluaran dari proses yang terjadi dalam sistem pendidikan. Output pada sistem pendidikan adalah:

A. Lulusan Pendidikan 

B. Putus Sekolah


BAGAN KE-2


A.  PENGERTIAN LINGKUNGAN PENDIDIKAN 

Lingkungan pendidikan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia, baik berupa benda mati, makhluk hidup ataupun peristiwa-peristiwa yang terjadi termasuk kondisi masyarakat terutama yang dapat memberikan pengaruh kuat kepada individu. Seperti lingkungan tempat pendidikan berlangsung dan lingkungan tempat anak bergaul. Lingkungan ini kemudian secara khusus disebut sebagai lembaga pendidikan sesuai dengan jenis dan tanggung jawab yang secara khusus menjadi bagian dari karakter lembaga tersebut.

Pengertian lembaga pendidikan adalah organisasi atau kelompok manusia yang karena satu dan hal lain memikul tanggung jawab atas terlaksananya pendidikan. Badan pendidikan itu bertugas memberi pendidikan kepada si terdidik. Secara umum fungsi lembaga-lembaga pendidikan adalah menciptakan situasi yang memungkinkan proses pendidikan dapat berlangsung sesuai tugas yang bebankan kepadanya karena situasi lembaga pendidikan harus berbeda dengan situasi lembaga lain.

Lingkungan pendidikan mencakup:
1. Tempat ( lingkungan fisik ), keadaan iklim, keadaan tanah, keadaan alam
2. Kebudayaan ( lingkungan budaya ) dengan warisan budaya tertentu seperti bahasa seni ekonomi, ilmu pengetahuan, pedagang hidup dan pedagang keagamaan; dan
3. Kelompok hidup bersama ( lingkungan sosial atau masyarakat ) keluarga, kelompok bermain, desa perkumpulan dan lainnya.

Lingkungan pendidikan bersifat positif bilamana memberikan pengaruh sesuai dengan arah tujuan pendidikan. Lingkungan bersifat negatif bilamana berpengaruh secara kontradiktif dengan arah dan tujuan pendidikan sebagai contoh mendidik agama dalam lingkungan masyarakat yang agamis dengan kehidupan masyarakat yang taat menjalankan agama dengan sarana peribadatan yang lengkap dan memberikan dukungan positif bagi pendidikan agama. Sebaliknya lingkungan masyarakat yang penuh dengan kejahatan serta minimnya sarana/prasarana keagamaan menyebabkan anak terpengaruh dengan lingkungannya dan akan berbuat seperti apa yang ada dalam lingkungannya.

Lingkungan pendidikan memiliki pengaruh yang berbeda-beda terhadap peserta didik perbedaan pengaruh tersebut tergantung jenis lingkungan pendidikan tempat peserta didik terlibat di dalamnya. Hal ini karena masing-masing jenis lingkungan pendidikan memiliki situasi sosial yang berbeda-beda. Situasi sosial yang dimaksud meliputi faktor perencanaan, sarana dan sistem pendidikan pada masing-masing jenis lingkungan. Intensitas pengaruh lingkungan terhadap peserta didik tergantung sejauh mana lingkungan mampu memahami dan memberikan fasilitas terhadap kebutuhan pendidikan peserta didik. 

Lingkungan sangat berperan penting pada suatu komponen komponen pendidikan agar proses pendidikan dapat berjalan dengan maksimal  sehingga pendidikan yang telah dilaksanakan dapat menghasilkan sesuatu yang diharapkan si Pendidik terhadap yang di didik. Dengan hasil yang diperoleh si terdidik, itu berarti proses pendidikan telah berjalan sesuai dengan komponen komponen pendidikan yang telah ada sebelum proses pendidikan dimulai sampai selesai.

Menurut saya, di antara kedua bagan tersebut yang lebih tepat adalah bagan yang pertama. Karena pada bagan yang pertama disusun secara rinci tentang sistem pendidikan dari komponen komponen pendidikan, proses pendidikan, dan output atau hasil pendidikan dari suatu sistem pendidikan.

Sedangkan pada bagan yang kedua kurang rinci di dalam penyusunannya, di bagian tersebut penyusunannya lebih cenderung kepada pengaruh pengaruh lingkungan terhadap masukan pendidikan dan hasil atau output pendidikan, tetapi tidak disusun tentang isi yang ada pada masukan pendidikan.

🙏🙏Terima Kasih🙏🙏
Wassalaamu'alaikum wa Rohmatulloohi wa Barokaatuh

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hubungan Antara Manusia dan Pendidikan

Bagan Sistem Pendidikan